First Media: Sejarah Ekspansi, Kepemilikan, dan Jejak Infrastruktur hingga 2026
First Media pada 2026 berada di titik yang sangat berbeda dibanding ketika nama itu identik dengan internet kabel rumah dan televisi berlangganan.
Brand First Media masih dikenal luas, tetapi layanan residensialnya sudah berpindah ke XL SATU dalam ecosystem XLSMART. Sementara itu, PT Link Net Tbk yang selama bertahun-tahun menjadi engine jaringan dan layanan First Media justru sedang mengubah dirinya menjadi perusahaan infrastruktur fiber, enterprise, dan media.
Karena itu, pertanyaan “First Media sekarang milik siapa?” tidak bisa dijawab dengan satu nama tanpa konteks.
Untuk pelanggan rumah, layanan First Media sudah dialihkan ke XL SATU.
Untuk infrastructure, Link Net masih menjadi perusahaan listed yang berada dalam control group Axiata/XL.
Untuk enterprise, brand First Media masih muncul pada sebagian layanan bisnis dan billing.
Untuk sejarah, First Media tetap punya lineage sendiri sebelum akuisisi Axiata dan XL.
Satu brand.
Beberapa lapisan ownership.
Dan 2026 adalah fase ketika lapisan-lapisan itu semakin terpisah.
PT Link Net bermula pada 1996
Current corporate history Link Net mencatat perusahaan didirikan pada 1996 dengan nama PT Seruling Indah Permai.
Awalnya bidang usahanya perdagangan barang dan jasa.
Pada 2000, namanya berubah menjadi PT Link Net dan fokus bisnis beralih ke teknologi informasi dan layanan internet.
Pada periode itu, layanan MyNet dan Digital1 mulai diperkenalkan.
Tahun 2007, Link Net meluncurkan FastNet, layanan broadband berkecepatan tinggi yang kemudian menjadi salah satu fondasi brand First Media.
Pada 2008, PT First Media Tbk mengakuisisi Link Net.
Di titik ini, hubungan brand dan infrastructure semakin erat.
First Media berkembang menjadi bundling broadband dan cable TV.
FastNet menjadi internet.
HomeCable menjadi TV.
Kemudian produk bergerak ke HD, video on demand, OTT, smart box, aplikasi, dan layanan enterprise.
Bagi pelanggan, semua terasa sebagai First Media.
Di belakangnya, Link Net menjadi perusahaan yang membangun dan mengoperasikan banyak bagian jaringan.
Ini distinction yang penting.
First Media adalah brand consumer dan business.
Link Net adalah listed company yang menjadi infrastructure and service engine.
PT First Media Tbk pernah menjadi parent penting dalam history.
Setelah 2022, control Link Net berubah.
Ekspansi dari HFC ke FTTH
First Media dikenal lama karena jaringan Hybrid Fiber Coaxial atau HFC.
Model ini menggunakan fiber untuk backbone dan coaxial cable untuk last mile tertentu.
Keuntungannya, operator bisa menggabungkan internet dan cable television melalui infrastructure yang sama.
Pada era 2000-an, ini sangat powerful.
Rumah mendapat broadband dan TV dari satu cable.
Namun kebutuhan bandwidth terus naik.
Upload menjadi lebih penting.
Gaming.
Cloud backup.
Work from home.
Video conference.
Creator economy.
HFC masih bisa ditingkatkan, tetapi FTTH menawarkan architecture yang lebih future-proof untuk banyak kebutuhan.
Link Net kemudian memperluas Fiber to the Home.
Pada 2026, corporate site Link Net masih menyebut kombinasi HFC dan FTTH, tetapi business transformation-nya jelas semakin fiber-centric.
Homepasses terus bertambah.
April 2026, Link Net mengumumkan telah mencapai lebih dari 5 juta homepasses dan tersebar di lebih dari 70 kota/kabupaten.
Angka tersebut adalah company-supplied current figure.
Ia menunjukkan scale infrastructure, bukan jumlah pelanggan aktif.
Homepass berarti rumah atau lokasi yang secara teknis berada dalam jangkauan jaringan.
Subscriber adalah pelanggan yang benar-benar membayar.
Dua metric berbeda.
Axiata dan XL masuk pada 2022
Perubahan ownership besar terjadi pada 2022.
Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd dan PT XL Axiata Tbk mengakuisisi saham mayoritas Link Net dari pihak yang terkait PT First Media Tbk dan shareholder lama.
Transaksi awal yang diumumkan mencakup 66,03 persen saham.
Axiata memperoleh porsi terbesar.
XL Axiata memperoleh 20 persen pada transaksi tersebut.
Setelah tender offer dan perubahan berikutnya, struktur saham bergerak lagi.
Current corporate information Link Net berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Maret 2026 mencantumkan Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. sebesar 69,38 persen, PT XL Axiata Tbk sebesar 19,22 persen, publik 7,58 persen, dan treasury shares 3,82 persen.
Ada nuance.
XL Axiata sendiri sudah masuk ke struktur XLSMART setelah merger telekomunikasi 2025.
Karena itu, nama shareholder register historical/corporate dan identity operating group dapat terlihat tidak sama pada berbagai source.
Yang paling aman adalah mengatakan Link Net pada 2026 dikendalikan ecosystem Axiata dan XLSMART/XL lineage.
Ownership First Media lama tidak lagi menjadi control utama Link Net.
Ini perubahan fundamental.
First Media residensial dialihkan ke XL SATU
Mulai 27 September 2024, pelanggan First Media residensial secara resmi menjadi bagian XL SATU.
Informasi official XL SATU menyebut pelanggan tidak perlu registrasi ulang dan paket Stream, Joy, dan Star pada fase transisi tetap berlanjut dengan penyesuaian tertentu yang dapat diinformasikan kemudian.
Perubahan itu semakin visible pada 2026.
Domain firstmedia.com sekarang mengarah ke XL SATU.
Halaman current menulis “First Media Jadi XL SATU”.
Pada 8 Juni 2026, perubahan biller juga mulai berlaku untuk pelanggan First Media residensial yang telah dialihkan.
Pembayaran dilakukan melalui biller XL SATU.
Ini membuat status brand current semakin clear.
Untuk residential consumer, First Media sedang ditransisikan ke XL SATU.
Namun jangan menulis bahwa seluruh First Media lenyap pada 2024.
Enterprise punya treatment berbeda.
Informasi perubahan biller Juni 2026 secara eksplisit menyebut pelanggan First Media Enterprise masih melakukan pembayaran melalui biller First Media.
Jadi current state segmented.
Residential: migrasi ke XL SATU.
Enterprise: continuity brand/billing masih terlihat.
Infrastructure: Link Net.
Ini salah satu contoh paling kompleks dari brand transition Indonesia karena satu nama tidak berhenti serentak di semua segment.
Link Net berubah menjadi wholesale infrastructure player
Setelah residential business dialihkan, Link Net tidak menjadi empty shell.
Justru strategy baru terlihat lebih jelas.
Current corporate site 2026 menyebut tiga business pillars:
FiberCo.
EnterpriseCo.
MediaCo.
FiberCo fokus pembangunan dan pengoperasian jaringan fiber untuk ISP partners.
EnterpriseCo fokus connectivity, ICT, cloud, cybersecurity, dan solution untuk enterprise serta SME.
MediaCo fokus content and media services termasuk pay TV and VOD.
Ini sangat berbeda dari model lama ketika Link Net sangat dikenal publik melalui First Media residential.
Perusahaan bergerak dari direct consumer-heavy business menuju wholesale infrastructure and enterprise model.
Pada 2026, IFC bahkan mengumumkan financing package sampai US$350 juta dalam ekuivalen rupiah untuk mendukung ekspansi broadband Link Net.
IFC menyebut Link Net sebagai wholesale fixed broadband infrastructure provider.
Itu external confirmation yang memperkuat current positioning.
Perusahaan sedang membangun network untuk digunakan banyak ISP.
Bukan hanya satu consumer brand.
Open access mengubah economics
Model wholesale fiber berarti satu network dapat digunakan oleh beberapa service provider.
Secara teori, ini mengurangi kebutuhan setiap ISP menggali jalan dan memasang fiber sendiri di area yang sama.
ISP bisa membeli access.
Infrastructure owner mendapat utilization lebih tinggi.
Customer mendapat lebih banyak potential choice.
Tetapi implementasi real tergantung commercial agreement, coverage, pricing, service-level, dan competition.
Link Net mengembangkan build-to-suit dan open-access relationship dengan berbagai ISP.
Current corporate site menyebut 5 juta lebih homepasses dan expansion toward 8,4 juta by 2027 sebagai target.
Target 2027 bukan current achievement.
Harus diberi label target.
Pada Agustus 2026, angka current yang lebih aman adalah lebih dari 5 juta homepasses.
Model ini membuat Link Net semakin mirip infrastructure platform.
Brand consumer bisa berubah.
Fiber tetap menjadi asset.
XL SATU memakai jaringan yang sebelumnya dibangun First Media/Link Net dalam bagian tertentu.
ISP partner lain juga dapat memakai network berdasarkan arrangement.
Infrastructure menjadi lebih valuable ketika tidak tergantung satu brand.
MediaCo menjaga jejak televisi
First Media historically tidak hanya internet.
Cable TV adalah bagian identity besar.
Link Net current masih mempertahankan MediaCo sebagai satu dari tiga pilar.
Current MediaCo page menyebut pay TV, premium content, linear channel, VOD, dan media sales.
Ini menunjukkan TV business tidak hilang total ketika residential broadband dialihkan.
Namun distribution and commercial architecture berubah.
OTT menjadi lebih dominant.
Streaming partner masuk.
Linear cable TV tidak lagi menjadi satu-satunya entertainment route.
First Media dulu menjual ratusan channel sebagai major differentiator.
Pada 2026, subscriber bisa lebih peduli Netflix, Vidio, HBO, YouTube, atau streaming lain.
MediaCo harus beradaptasi dari cable channel distributor menjadi content platform and media partner yang lebih fleksibel.
Again, archive should record transition.
Cable TV legacy survives.
Product form changes.
Apa status First Media pada Agustus 2026?
Jawabannya harus dipisah.
Brand residential First Media sedang ditransisikan menjadi XL SATU dan current firstmedia.com sudah mengarah ke XL SATU.
Pelanggan residensial tertentu sudah menggunakan biller XL SATU sejak Juni 2026.
First Media Enterprise masih punya continuity pada billing and business service tertentu.
PT Link Net Tbk tetap aktif sebagai listed infrastructure company dan pada 2026 beroperasi melalui FiberCo, EnterpriseCo, dan MediaCo.
Control Link Net berada di ecosystem Axiata dan XL/XLSMART lineage.
Deskripsi arsip yang aman:
First Media adalah legacy broadband dan pay-TV brand Indonesia yang berkembang melalui PT Link Net Tbk setelah Link Net diakuisisi PT First Media Tbk pada 2008. Pada 2022, control Link Net berpindah ke Axiata dan XL Axiata. Mulai 27 September 2024, layanan residensial First Media dialihkan ke XL SATU, dan pada 2026 migrasi billing residential semakin dipertegas. Sementara itu, Link Net tetap aktif dan bertransformasi menjadi wholesale fiber infrastructure, enterprise connectivity, dan media company. Dengan demikian, First Media pada 2026 lebih tepat dipahami sebagai legacy brand yang sedang diintegrasikan ke XL SATU untuk residential, sementara infrastructure dan enterprise layer berlanjut melalui Link Net.
Nama First Media belum sepenuhnya hilang.
Tetapi pusat bisnisnya sudah berubah.
Dulu brand berdiri di depan dan network bekerja di belakang.
Pada 2026, justru network menjadi cerita utama.
Relasi arsip dan jalur verifikasi
Untuk menempatkan First Media di dalam struktur arsip, catatan ini terhubung ke metodologi Indonesian Entity Archive, Indeks Status Entitas, Archive Source Register, Kebijakan Koreksi dan Tinjauan Arsip, Entity Relationships.
Relasi arsip dan jalur verifikasi
- Business Archive
- Apa Status MNC Play Sekarang? Arsip ISP, Cloud, atau Data Center Indonesia
- MyRepublic Indonesia di Indonesia: Perubahan Bisnis dan Posisi Terbarunya pada Agustus 2026
- IndiHome di Indonesia: Perubahan Bisnis dan Posisi Terbarunya pada Agustus 2026
- ICONNET 2026: Status Operasional, Entitas, dan Infrastruktur Digital Indonesia
- Indeks status entitas
- Register sumber
- Metodologi arsip
- Kebijakan koreksi
