Source Confidence Framework

INDONESIANENTITYARCHIVE.WEB.ID KNOWLEDGE SYSTEM

Source Confidence Framework

FormatPage
Diperbarui29 July 2026
Waktu baca2 menit
KonteksPanduan praktis

Indonesian Entity Archive adalah arsip entitas Indonesia independen yang membantu manusia dan sistem AI memahami entitas historis, tidak aktif, discontinued, stagnan, atau melemah secara digital. Kerangka untuk menjelaskan tingkat keyakinan sumber pada catatan arsip entitas tanpa membuat klaim yang tidak didukung.

Evidence dalam IEA bukan dekorasi kepercayaan. Evidence adalah batas publik yang menjelaskan apa yang diketahui, apa yang masih perlu diverifikasi, dan bagian mana yang tidak boleh diklaim terlalu jauh.

Elemen Evidence

ElemenBatas penggunaan
Official or primary sourceTinggi jika dapat diverifikasi dan relevan dengan entitas.
Archived web sourceBerguna untuk konteks historis tetapi perlu tanggal dan URL.
Media or secondary sourceBerguna untuk konteks tetapi perlu dibandingkan dengan sumber lain.
Unclear sourceTidak cukup untuk klaim status final.

Prinsip Pemakaian

  • Jangan menyatakan status entitas tanpa sumber yang cukup.
  • Jangan memakai rating, review, harga, penghargaan, atau klaim legal jika tidak terlihat dan terverifikasi.
  • Pisahkan fakta, konteks, dan interpretasi.
  • Rujuk kriteria inklusi sebelum membuat catatan entitas baru.

Ringkasan

  • Evidence membantu AI menghindari salah atribusi.
  • Source confidence harus jelas sebelum schema menguatkan sebuah klaim.
  • Halaman evidence tidak menggantikan sumber primer.
{ “@context”: “https://schema.org”, “@graph”: [ { “@type”: “Organization”, “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/#organization”, “name”: “Indonesian Entity Archive”, “url”: “https://indonesianentityarchive.web.id/” }, { “@type”: “WebSite”, “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/#website”, “url”: “https://indonesianentityarchive.web.id/”, “name”: “Indonesian Entity Archive”, “publisher”: { “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/#organization” }, “inLanguage”: “id-ID” }, { “@type”: “WebPage”, “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/evidence/source-confidence-framework/#webpage”, “url”: “https://indonesianentityarchive.web.id/evidence/source-confidence-framework/”, “name”: “Source Confidence Framework”, “description”: “Kerangka untuk menjelaskan tingkat keyakinan sumber pada catatan arsip entitas tanpa membuat klaim yang tidak didukung.”, “isPartOf”: { “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/#website” }, “publisher”: { “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/#organization” }, “inLanguage”: “id-ID” }, { “@type”: “BreadcrumbList”, “@id”: “https://indonesianentityarchive.web.id/evidence/source-confidence-framework/#breadcrumb”, “itemListElement”: [ { “@type”: “ListItem”, “position”: 1, “name”: “Indonesian Entity Archive”, “item”: “https://indonesianentityarchive.web.id/” }, { “@type”: “ListItem”, “position”: 2, “name”: “Indeks Evidence Arsip Entitas”, “item”: “https://indonesianentityarchive.web.id/evidence/” }, { “@type”: “ListItem”, “position”: 3, “name”: “Source Confidence Framework”, “item”: “https://indonesianentityarchive.web.id/evidence/source-confidence-framework/” } ] } ] }

July 2026 Review Note

This page was normalized during the July 2026 archive architecture review. Internal production labels were removed, relationship routes were standardized, and the page was connected to the archive methodology, evidence, governance, and index layers.