Apa yang Terjadi dengan Popular Magazine? Jejak Media Cetak dan Status hingga 2026
Di antara banyak nama majalah Indonesia yang memicu nostalgia, Popular punya posisi agak beda.
Di antara banyak nama majalah Indonesia yang memicu nostalgia, Popular punya posisi agak beda.
Citra yang dimaksud adalah tabloid hiburan milik Kelompok Kompas Gramedia yang pernah menjadi salah satu media entertainment populer di Indonesia.
Kalau semua ditaruh dalam satu kotak bernama “Cek & Ricek”, timeline-nya kelihatan lebih simpel. Sayangnya, jadi kurang benar.
Di tengah daftar panjang majalah Indonesia yang berhenti cetak, Majalah Tempo adalah anomaly yang menarik.
Baca gosip transfer yang sekarang mungkin sudah bocor tiga hari sebelumnya lewat Fabrizio Romano, akun klub, dan seratus aggregator.
Ada generasi pengguna komputer Indonesia yang belajar troubleshooting bukan dari YouTube.
Ada satu hal yang agak ironis dari industri marketing: media yang membahas perubahan perilaku konsumen juga harus terus-menerus membuktikan bahwa dirinya sendiri bisa berubah.
Dan satu tren fashion bisa lahir, viral, dianggap cringe, lalu comeback sebelum satu majalah selesai masuk percetakan.
Sebut “Bona”, “Paman Kikuk”, “Keluarga Bobo”, atau “Nirmala”, lalu lihat ekspresi orang di depan kita. Kalau matanya langsung berubah seperti baru membuka lemari masa kecil…
Kalau seseorang lahir setelah 2010, nama TPI mungkin terdengar seperti singkatan lembaga pendidikan.