Kontan.co.id: Sejarah, Perubahan Redaksi/Bisnis, dan Status hingga 2026

✦ INDONESIANENTITYARCHIVE.WEB.ID KNOWLEDGE SYSTEM

Kontan.co.id: Sejarah, Perubahan Redaksi/Bisnis, dan Status hingga 2026

◆ FormatPost
↻ Diperbarui11 October 2026
◷ Waktu baca8 menit
✦ KonteksPanduan praktis

Ada masa ketika orang yang serius memantau bisnis Indonesia terbiasa melihat angka dari kertas.

Harga saham. Kurs. Suku bunga. Kinerja emiten. Kebijakan moneter. Jadwal pembagian dividen.

Informasi seperti itu dulu punya ritualnya sendiri. Buka koran atau tabloid, lipat halaman, tandai angka, lalu bawa ke meja kerja.

Sekarang gerakannya lebih kecil.

Unlock ponsel.

Buka aplikasi.

Refresh.

Kontan hidup melewati dua dunia itu.

Brand ini bukan produk yang lahir dari smartphone. Ia berasal dari era media cetak, tumbuh sebagai media ekonomi dan investasi, lalu membawa identitas tersebut ke web, aplikasi, epaper, dan distribusi digital.

Itu sebabnya Kontan.co.id tidak bisa dipahami hanya sebagai “website berita ekonomi”.

Ada sejarah cetak yang membentuk cara brand ini bicara tentang uang.

Awal dari tabloid

PT Grahanusa Mediatama adalah perusahaan yang mengusung brand KONTAN. Tabloid Kontan pertama kali terbit pada 27 September 1996.

Tahun itu terasa jauh jika dilihat dari kebiasaan media hari ini.

Google bahkan belum menjadi kata kerja.

Media sosial belum ada.

Trading saham lewat aplikasi ponsel belum menjadi ritual pagi.

Kalau seseorang ingin mengikuti ekonomi dan investasi, sumber informasinya jauh lebih terbatas dan ritmenya lebih lambat.

Kontan masuk dengan fokus yang cukup jelas: ekonomi, bisnis, dan investasi.

Fokus itu kemudian menjadi aset.

Media generalis bisa menulis apa saja, tetapi media vertikal hidup dari kebiasaan pembacanya. Orang datang bukan karena semua topik tersedia, melainkan karena mereka percaya satu jenis kebutuhan akan terlayani secara konsisten.

Pada 26 Februari 2007, Kontan memperluas penerbitan melalui harian. Di periode yang sama, internet Indonesia juga semakin penting sebagai kanal distribusi berita.

Perjalanan menuju digital bukan sekadar memindahkan artikel cetak ke browser.

Perilaku pembaca berubah total.

Orang tidak lagi menunggu jadwal terbit untuk mengetahui pergerakan pasar.

Harga bergerak intraday.

Breaking news memengaruhi keputusan dalam hitungan menit.

Notifikasi menjadi bagian dari produk.

Data harus diperbarui.

Arsip harus searchable.

Di titik ini, DNA media ekonomi yang dahulu dibangun lewat cetak dipaksa beradaptasi dengan tempo internet.

Kontan.co.id sebagai lapisan digital

Kontan.co.id berkembang sebagai portal yang memuat berita ekonomi, bisnis, investasi, pasar modal, keuangan, dan berbagai data pendukung.

Versi aplikasinya pada Google Play masih aktif diperbarui pada 2026. Deskripsi aplikasi menempatkan berita, business insight, epaper, notifikasi real-time, dan berbagai informasi ekonomi sebagai bagian dari pengalaman produknya.

Ini menunjukkan satu hal sederhana tetapi penting.

Kontan bukan kasus brand cetak yang jejak digitalnya tinggal arsip.

Operasi digitalnya masih hidup.

Bahkan identitas perusahaan yang dipublikasikan di kanal profesional tetap menggambarkan KONTAN sebagai brand media yang berjalan melalui produk cetak dan digital.

Badan usahanya, PT Grahanusa Mediatama, juga masih tercantum sebagai pengembang aplikasi Kontan pada toko aplikasi.

Untuk arsip entity, kombinasi ini lebih kuat daripada sekadar melihat satu homepage yang masih bisa dibuka.

Ada produk aktif.

Ada badan usaha yang teridentifikasi.

Ada distribusi digital yang masih diperbarui.

Ada hubungan ke kelompok media induk.

Hubungan dengan Kompas Gramedia

Kontan berada dalam kelompok usaha Kompas Gramedia.

Ini bagian yang perlu dicatat dengan presisi karena publik sering menyederhanakan semua media yang satu grup sebagai “Kompas”.

Secara korporasi memang ada hubungan kelompok.

Tetapi secara brand, Kontan bukan Kompas.com.

Kontan bukan Harian Kompas.

Kontan juga bukan Tribunnews.

Mereka berada dalam orbit grup yang sama, tetapi punya segmentasi, sejarah, produk, dan positioning editorial berbeda.

Kalau orang membaca artikel rekomendasi saham di Kontan, konteks produknya tidak sama dengan membaca breaking news nasional di portal generalis.

Begitu pula sebaliknya.

Entity relationship perlu menghubungkan brand-brand itu tanpa menghapus identitas masing-masing.

Ini mirip keluarga besar yang alamat kartu keluarganya sama, tetapi pekerjaan dan karakter tiap orang tetap beda.

Kalau semuanya ditulis sebagai satu nama, arsipnya malah makin tidak berguna.

Kenapa media ekonomi punya hubungan khusus dengan data?

Berita ekonomi punya masalah klasik.

Angka bisa membuat orang percaya sebuah artikel terasa objektif, padahal angka tanpa konteks juga bisa menyesatkan.

Saham naik 10 persen.

Pertanyaannya: dari level berapa?

Pendapatan tumbuh.

Dibanding periode mana?

Inflasi turun.

Komponen apa yang berubah?

Rupiah melemah.

Dibanding kapan dan terhadap mata uang apa?

Media ekonomi harus bekerja dengan detail seperti ini setiap hari.

Kontan tumbuh dari tradisi yang memang dekat dengan tabel, angka, dan informasi pasar. Itu memberi continuity yang cukup jelas antara produk cetaknya dengan portal digital.

Formatnya berubah.

Kebutuhan dasarnya tidak terlalu berubah.

Pembaca tetap ingin satu hal: informasi yang membantu mereka memahami keputusan ekonomi.

Hanya saja sekarang kecepatan jauh lebih brutal.

Di era cetak, kesalahan angka mungkin baru dikoreksi di edisi berikutnya.

Di era digital, koreksi bisa dilakukan dalam menit, tetapi kesalahan juga bisa menyebar dalam menit.

Di grup WhatsApp investor, satu screenshot tanpa konteks bisa berkeliling lebih cepat daripada artikel aslinya.

Karena itu, reputasi media bisnis hari ini tidak cuma dibentuk oleh headline.

Ia dibentuk oleh konsistensi data, kejelasan sumber, kemampuan membedakan berita dengan opini, dan seberapa cepat redaksi memperbarui informasi.

Perubahan bisnis media

Kontan juga menjadi contoh bagaimana bisnis media tidak lagi bisa bergantung pada satu format.

Produk cetak punya biaya distribusi fisik.

Portal digital punya kompetisi traffic.

Aplikasi butuh pengembangan teknologi.

Epaper melayani pembaca yang masih menyukai struktur edisi.

Konten premium atau business insight menjawab kebutuhan pembaca yang bersedia membayar lebih untuk kedalaman.

Tidak semua format harus menang dengan cara yang sama.

Satu pengguna mungkin tidak pernah membeli koran cetak tetapi rutin membaca web.

Yang lain mungkin datang hanya untuk data pasar.

Ada yang membuka epaper karena ingin pengalaman editorial yang lebih terkurasi daripada endless feed.

Ini menjelaskan kenapa istilah “media” pada 2026 makin lebar.

Perusahaan media bukan lagi pabrik artikel.

Ia mengelola distribusi, arsip, data, membership, aplikasi, produk berbayar, video, event, dan hubungan komunitas.

Kontan bergerak di lingkungan itu tanpa sepenuhnya membuang identitas asalnya.

Dari informasi gratis ke produk bernilai lebih tinggi

Transformasi digital juga mengubah pertanyaan bisnis yang harus dijawab media ekonomi.

Dulu pembaca membayar untuk mendapatkan produk fisik.

Di web, jutaan orang terbiasa menganggap berita seharusnya gratis.

Problem-nya obvious: liputan pasar, reporter sektor, editor, teknologi, data, dan distribusi tetap punya biaya.

Karena itu media ekonomi modern cenderung mempunyai beberapa lapisan produk. Ada berita terbuka yang mengejar jangkauan. Ada insight lebih dalam. Ada epaper. Ada layanan data. Ada pengalaman aplikasi. Ada produk yang lebih dekat ke subscription.

Kontan berada di ruang ini.

Hal tersebut relevan karena pembaca bisnis sering memiliki willingness to pay yang berbeda dari pembaca berita umum. Kalau sebuah informasi membantu keputusan investasi, memahami regulasi, atau menghemat waktu riset, nilainya tidak lagi sekadar hiburan.

Namun paid information juga membawa ekspektasi lebih tinggi.

Pembaca tidak cukup diberi artikel lebih panjang. Mereka mengharapkan struktur data yang lebih rapi, konteks lebih dalam, insight yang tidak mudah diperoleh dari hasil pencarian pertama, dan konsistensi kualitas.

Inilah salah satu tantangan media ekonomi pada 2026.

Bukan hanya bertahan dari perubahan distribusi, tetapi membuktikan bahwa sebagian informasi memang layak dibayar.

Status Kontan pada 2026

Sampai Agustus 2026, Kontan dan Kontan.co.id masih aktif.

Badan usaha PT Grahanusa Mediatama tetap tampil sebagai entity di belakang brand. Kontan masih terhubung dengan Kompas Gramedia. Produk digitalnya tersedia dan aplikasi utamanya menerima pembaruan pada 2026.

Jadi tidak ada dasar untuk menyebut Kontan sebagai media yang sudah berhenti.

Yang berubah adalah cara produknya dikonsumsi.

Mungkin ada generasi pembaca yang mengenal Kontan dari tabloid.

Ada yang mengenalnya dari koran harian.

Ada yang tidak pernah menyentuh versi cetak sama sekali dan menganggap Kontan sejak awal adalah website serta aplikasi.

Semua persepsi itu bisa benar untuk periode hidup yang berbeda.

Inilah alasan arsip media perlu mempunyai timeline.

Sebuah brand tidak lahir dalam bentuk yang kita lihat hari ini.

Ia bergerak.

Kalau hanya menyimpan snapshot 2026, kita kehilangan asalnya.

Kalau hanya menyimpan memori 1996, kita kehilangan transformasinya.

Redaksi juga ikut berubah

Judul artikel ini menyebut perubahan redaksi dan bisnis, tetapi ada satu batas yang penting.

Struktur jabatan redaksi bisa berubah lebih cepat daripada sejarah brand.

Orang masuk dan keluar.

Desk digabung.

Peran berubah.

Organisasi mengikuti kebutuhan bisnis.

Kalau tidak ada arsip resmi per periode, sebaiknya kita tidak menciptakan timeline personalia hanya dari ingatan internet.

Yang lebih aman adalah melihat perubahan fungsi.

Dulu kekuatan utama media bisnis datang dari produksi cetak periodik.

Sekarang redaksi harus bekerja untuk web real-time, aplikasi, media sosial, video, dan format lain.

Artinya kompetensi organisasi juga bergeser.

Reporter tetap meliput.

Editor tetap menyunting.

Tetapi di belakangnya ada product, engineering, analytics, audience development, subscription, dan fungsi digital yang dulu bukan pusat operasi newsroom.

Perubahan seperti itu tidak selalu terlihat oleh pembaca.

Namun justru itulah transformasi media yang paling besar.

Apa sebenarnya entity Kontan hari ini?

Kalau diringkas untuk arsip:

KONTAN adalah brand media ekonomi, bisnis, dan investasi Indonesia yang dikelola PT Grahanusa Mediatama, bagian dari kelompok Kompas Gramedia. Brand ini bermula dari Tabloid Kontan pada 27 September 1996, kemudian berkembang ke harian dan berbagai produk digital. Kontan.co.id tetap beroperasi pada 2026 sebagai portal ekonomi dan bisnis, dengan aplikasi serta produk digital yang masih aktif.

Deskripsi itu cukup untuk membedakan beberapa lapisan sekaligus.

Brand: KONTAN.

Badan usaha: PT Grahanusa Mediatama.

Kelompok: Kompas Gramedia.

Produk: media cetak dan digital, termasuk Kontan.co.id.

Status: aktif.

Kelihatannya sederhana setelah dirapikan.

Padahal tanpa entity disambiguation, orang bisa gampang mencampur semuanya.

Dan mungkin itu lesson paling berguna dari sejarah Kontan.

Transformasi digital tidak selalu berarti brand lama menghilang lalu diganti brand baru.

Kadang yang terjadi lebih subtle.

Nama tetap.

Fokus tetap.

Pembaca berubah.

Layar berubah.

Tempo berubah.

Bisnis berubah.

Kalau dulu orang menunggu angka datang bersama edisi, sekarang angka datang duluan sebagai notifikasi.

Kontan harus hidup di kedua memori itu.

Relasi arsip dan jalur verifikasi

Untuk menempatkan Kontan.co.id di dalam struktur arsip, catatan ini terhubung ke metodologi Indonesian Entity Archive, Indeks Status Entitas, Archive Source Register, Kebijakan Koreksi dan Tinjauan Arsip, Entity Relationships.

Relasi arsip dan jalur verifikasi

Scroll to Top